Nabi MuhammadﷺSejarah Ringkas Nabi Muhammadﷺ
Sejarah Singkat Nabi Muhammad ﷺ
Nabi Muhammad ﷺ
Sejarah Singkat Nabi Muhammad ﷺ

Nasab Nabi Muhammad Sholallah ‘alahi wa aalihi wa shohbihi was salam

Nasab Rasulullahﷺ adalah Muhammad bin Abdillah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdil Manaf bin Qusyai bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin Nadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan dan seterusnya sampai kepada Nabi Ibrahim alaihis salam.

Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ

Nabi Muhammad ﷺ dilahirkan pada hari Senin di bulan Rabi’ul Awwal pada tahun Gajah. Sebagian riwayat menyebutkan tanggal 2, namun ada juga riwayat lain yang menyebutkan tanggal 3, tetapi pendapat yang paling populer menurut mayoritas ulama adalah tanggal 12 Rabi’ul Awwal.

Selama ibu baginda Rasulullahﷺ mengandung, tidak sedikitpun merasa berat maupun ngidam. Akan tetapi sebagian ulama mengatakan bahwa dia merasa sedikit berat hanya ketika mulai mengandung saja, namun setelah itu, dia merasakan penuh kemudahan dan keringanan.

Bahkan, Rasulullahﷺ dilahirkan tidak seperti manusia-manusia lainnya. Ada riwayat yang menyebutkan bahwa beliauﷺ lahir dalam keadaan telah terkhitan dan tali pusatnya terpotong bersih sambil menggenggam jari jemarinya dan memberi isyarat dengan jari telunjuknya seperti orang yang sedang bertasbih. Namun ada pendapat lain yang mengatakan bahwa kakeknyalah yang telah mengkhitankan beliau pada hari ketujuh dari kelahirannya.

Para ulama berbeda pedapat tentang masa baginda Rasulullahﷺ berada dalam kandungan ibunya, diantara pendapat terkuat adalah bahwa beliau berada dalam kandungan ibu selama 9 bulan.

Hari Senin adalah hari yang diberkahi. Imam Ahmad Ibn Hanbal meriwayatkan sebuah hadits dari Ibn Abbas (semoga Allah meridainya), “Beliau bersabda bahwa Rasulullah ﷺ dilahirkan pada hari Senin, beliau ﷺ diangkat menjadi rasul pada hari Senin, beliau ﷺ berangkat hijrah dari Mekah ke Madinah pada hari Senin dan tiba di Madinah al-Munawwarah pada hari Senin, beliau ﷺ wafat pada hari Senin dan beliau ﷺ mengangkat Batu Hitam (ketika Ka’bah dibangun kembali oleh Quraisy) pada hari Senin.”

Pada malam kelahiran Rasululahﷺ terjadi berbagai macam keanehan dan keajaiban, di antaranya adalah robohnya patung-patung yang ada di sekililing Kabah. Bersama kelahiran beliauﷺ pula, muncul cahaya yang sangat terang sehingga dapat menerangi istana-istana yang ada di negeri Syam (Syiria pada saat ini). Di antara keanehan dan keajaiban yang lain adalah adanya goncangan yang amat dahsyat meluluhlantahkan istana Kaisar Persia dan menhancurkan beranda-berandanya. Api persembahan mereka yang belum pernah padam selama seribu tahun tiba-tiba padam. Danau yang biasa meluap seketika itu surut. (sebuah danau yang sangat besar di wilayah Persia).

Yang Mengasuh dan Menyusui Nabi Muhammadﷺ

Orang yang pertama kali menyusui Nabi Muhammadﷺ adalah ibunya sendiri Aminah az-Zurriyah, setelah itu beliauﷺ disusui oleh Tsuwaibah al-Aslamiyah selama beberapa hari.

Thuwaibah al-Aslamiyah adalah salah satu budak perempuan Abu Lahab yang dibebaskan ketika ia membawa kabar gembira tentang kelahiran Nabi Muhammad ﷺ, sehingga Allah ﷻ meringankan siksaannya. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam hadits Muallaq bahwa setelah Abu Lahab wafat, seseorang melihatnya dalam mimpi, dan ia mengatakan kepadanya bahwa setiap hari Senin siksaannya diringankan oleh Allah ﷻ karena ia membebaskan budak perempuannya, Thuwaibah, sebagai tanda kegembiraannya atas kelahiran Nabi Muhammad ﷺ.

Ibn Mandah, salah satu penafsir terkemuka, memasukkan Thuwaibah ke dalam kategori sahabat, tetapi para ulama berbeda pendapat mengenai hal itu. Nabi Muhammad ﷺ sangat menghormati Thuwaibah al-Aslamiyah. Hal ini terbukti ketika Thuwaibah al-Aslamiyah mengunjunginya setelah menikah dengan Khadijah radhiallahuanha, begitu pula Sayyidah Khadijah ra. Demikian pula, setelah Rasulullah ﷺ hijrah ke Madinah, beliau juga mengirimkan pakaian dan uang kepadanya hingga ia wafat.

Setelah itu Nabi Muhammadﷺ disusui oleh Halimah binti Abi Dhuaib as-Sa’diyah. Nabi Muhammadﷺ dibawa oleh Halimah ke desanya di Bani Sa’ad yaitu sebuah desa di wilayah Thaif. Menurut pendapat yang benar bahwa Rasulullahﷺ tinggal di sana selama empat tahun.

Selama membesarkan Nabi Muhammad ﷺ, Halimah dan keluarganya diberkahi oleh Allah ﷻ dengan rezeki yang melimpah dan kehidupan yang makmur. Syaima’ adalah putri Halimah as-Sa’diyah yang menemani ibunya dalam membesarkan Nabi ﷺ.

Selanjutnya Halimah as-Sa’diyah mengembalikan Nabiﷺ kepada ibunya karena takut terhadap peristiwa pembedahan dada yang terjadi padanya ketika Nabi Muhammadﷺ berusia empat atau lima tahun.

Setelah itu, Halimah as-Sa’diyah tidak lagi pernah melihat Nabi Muhammadﷺ kecuali hanya dua kali, yaitu yang pertama, setelah Nabi Muhammadﷺ menikah dengan Sayyidah Khadijah ra, dia datang kepada beliauﷺ dan mengadukan kepadanya tentang paceklik yang menimpa negerinya. Pada waktu itu Sayyidah Khadijah ra memberikan 20 ekor kambing dan hadiah-hadiah yang lainnya.Dan yang kedua yaitu pada saat terjadinya perang Hunain.

Selain itu, Nabi Muhammad ﷺ juga dibesarkan oleh Umm Aiman ​​​​​​​​Barakah al-Habasyiah, seorang mantan budak perempuan ayah Nabi ﷺ, tetapi setelah Nabi ﷺ wafat, ia dibebaskan oleh beliau dan dinikahkan dengan Zaid bin Harithah.

Ya Allah, salurkanlah rahmat kepada junjungan kami Muhammad dan kepada keluarga junjungan kami Muhammad.

Ya Allah, berkahilah Sayyidina Muhammad dan keluarga Sayyidina Muhammad.

Yusuf Sikumbang

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with